Kenapa butuh model layer?
Model tersebut berfungsi menyederhanakan proses pengiriman data yang kompleks dalam jaringan dengan membaginya ke dalam beberapa lapisan yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing.
Proses ini disebut Encapsulation - mirip seperti mengirim paket: surat dibungkus amplop, amplop dimasukkan kardus, kardus diberi label pengiriman.
Kenapa ada 2 model?
-
OSI dibuat lebih belakangan sebagai standar akademis/referensi untuk mengajarkan konsep jaringan secara detail dan universal.
-
TCP/IP dibuat lebih dulu oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) untuk kebutuhan praktis membangun internet, jadi lebih ringkas.
Saat ini internet menggunakan TCP/IP tetapi OSI tidak langsung ditinggalkan karena masih dibutuhkan untuk diskusi, media pembelajaran , dll. Mengapa? karena OSI lebih rinci dalam membedah tiap fungsi.
Model OSI
OSI (Open Systems Interconnection) Layer adalah model referensi yang memiliki 7 lapisan untuk menjelaskan standar cara komputer berkomunikasi.
Seperti yang sudah ada di artikel sebelumnya, disini akan di perjelas lagi terkait masing-masing layer.
7. Application
Titik interaksi user dengan jaringan.
Contoh protokol: HTTP, FTP, SMTP, DNS.
6. Presentation
Bertugas mengurus penerjemahan format data, kompresi agar ukuran file lebih kecil, serta enkripsi/dekripsi untuk menjaga keamanan data selama pengiriman.
Contoh protokolnya adalah MIME, SSL, redirector software, TLS dan banyak lagi.
5. Session
Bertugas mengatur, memelihara, dan mengakhiri “sesi” komunikasi antar dua perangkat, serta menyediakan fitur sinkronisasi agar proses transfer data dapat dilanjutkan jika terjadi gangguan koneksi.
Contoh aksi: Saat login VPN, session inilah yang menjaga koneksi tetap terautentikasi.
Contoh protokolnya adalah NFS, SMB, Netbios, Netbeui, RTP, PAP, dan ADSP.
4. Transport
Bertugas memecah data menjadi potongan-potongan kecil (segment) agar mudah dikirim, menentukan port aplikasi tujuan (seperti TCP atau UDP), serta memastikan data terkirim dengan lengkap dan berurutan dari pengirim ke penerima.
- TCP — reliable, ada acknowledgment, cocok untuk data penting (transfer file, web)
- UDP — cepat, tanpa acknowledgment, cocok untuk streaming/game
3. Network
Bertugas layaknya “GPS Jaringan” yang menentukan rute terbaik data dari sumber ke tujuan menggunakan IP Address. Router bekerja di layer ini.
2. Data Link
Bertugas untuk mengelompokkan bit-bit data menjadi format frame, mengatur lalu lintas data dalam satu jaringan lokal, dan mengoreksi kesalahan pengiriman.
Layer ini menggunakan alamat fisik (MAC Address) untuk memastikan data sampai ke perangkat yang tepat. Switch bekerja di layer ini.
1. Physical
Bertugas untuk mengonversi bit data (0 dan 1) menjadi sinyal fisik (arus listrik, cahaya, gelombang radio) sehingga nantinya data dapat merambat melalui media transmisi (kabel, nirkabel, atau tegangan listrik lainnya).
Contoh: Tegangan listrik di kabel, gelombang radio WiFi, cahaya di fiber optik.
Lahirnya TCP/IP
- Lembaga riset milier AS mendanai proyek yang dinamakan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency).
- Tahun 1969, DARPA membangun jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) dengan menggunakan protokol lama bernama NCP (Network Control Protocol). Disinilah cikal bakal internet yang kita gunakan sekarang.
- Tahun 1970-an, Vint Cerf dan Bob Kahn mengembangkan TCP/IP karena proyek ini perlu menghubungkan banyak jaringan yang berbeda.
- Akhirnya TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) resmi menggantikan NCP di ARPANET pada 1 Januari 1983 — momen ini sering disebut sebagai “hari lahirnya internet modern”.
Model TCP/IP
Disini akan diberikan 3 hal penting dari TCP/IP.
1. TCP/IP adalah fondasi Internet
TCP/IP adalah protokol yang benar-benar digunakan untuk menjalankan seluruh komunikasi di internet saat ini, mulai dari browsing, email, hingga streaming.
2. Ada 2 Protokol Utama
-
TCP (Transmission Control Protocol) — memastikan data terkirim lengkap, urut, dan andal (ada acknowledgment). Cocok untuk web, transfer file, email.
-
IP (Internet Protocol) — bertugas memberi alamat dan menentukan rute pengiriman data dari sumber ke tujuan.
3. Praktis dan Sederhana (4 Layer)
Berbeda dari OSI yang 7 layer teoritis, TCP/IP dirancang lebih ringkas dan langsung dipakai di dunia nyata:
Application → Transport → Internet → Network Access