← Kembali ke Artikel

Darimana Asal Usul Angka?

Mengenal sejarah awal mula terbentuk 0-9

Darimana Asal Usul Angka?

Pertanyaan Awal

Ketika kita menulis angka seperti 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 0, kita jarang bertanya dari mana simbol-simbol tersebut berasal. Padahal, angka yang digunakan hampir di seluruh dunia saat ini merupakan hasil perkembangan panjang yang melibatkan berbagai peradaban selama ribuan tahun.

Lalu darimana angka itu berasal/bermula?

Sebelum Ada Angka Modern

Banyak peradaban kuno belum memiliki simbol angka khusus. Mereka menggunakan huruf sebagai angka. Misalnya, bangsa Yunani, Ibrani, dan Arab menggunakan sistem yang memberi nilai numerik pada huruf-huruf alfabet.

Dalam sistem Arab kuno yang dikenal sebagai Abjad, setiap huruf memiliki nilai tertentu. Huruf pertama bernilai 1, huruf berikutnya 2, lalu 3, dan seterusnya hingga ratusan dan ribuan.Contohnya angka 11 maka 11 → يا

ي (Ya) = 10 ا (Alif) = 1 10 + 1 = 11 ✓

Sistem ini cukup berguna untuk penomoran, tetapi kurang praktis untuk perhitungan matematika yang rumit.

Munculnya Angka di India

Asal-usul angka modern umumnya ditelusuri ke India. Bentuk paling awal yang diketahui adalah angka Brahmi, yang muncul sekitar abad ke-3 SM. Angka-angka ini merupakan nenek moyang dari simbol 0–9 yang digunakan saat ini.

Namun, asal pasti angka Brahmi masih menjadi perdebatan. Berbagai teori menyebut bahwa angka tersebut mungkin berasal dari peradaban Lembah Indus, sistem tulisan kuno India, atau berkembang secara mandiri. Hingga kini belum ada bukti yang benar-benar memastikan salah satu teori tersebut.

Dari angka Brahmi, bentuk angka terus berkembang melalui beberapa tahap, seperti angka Gupta dan Nagari, hingga akhirnya menyerupai bentuk yang dikenal sekarang.

Penemuan yang Mengubah Dunia: Sistem Nilai Tempat

Kontribusi terbesar India bukanlah bentuk simbol angkanya, melainkan sistem nilai tempat (place value system).

Dalam sistem ini, nilai sebuah angka bergantung pada posisinya. Misalnya: 25 berarti 2 puluhan dan 5 satuan. 205 berarti 2 ratusan, 0 puluhan, dan 5 satuan.

Konsep sederhana ini memungkinkan penulisan angka yang sangat besar dengan cara yang efisien. India juga mengembangkan penggunaan angka nol (0) sebagai penanda posisi kosong. Inovasi ini menjadi salah satu penemuan matematika terpenting dalam sejarah manusia.

Dari India ke Dunia Arab

Sekitar abad ke-8 dan ke-9, sistem angka India diterjemahkan dan dipelajari oleh para ilmuwan di dunia Islam. Tokoh-tokoh seperti Al-Khwarizmi dan Al-Kindi menulis buku tentang metode perhitungan menggunakan angka India.

Karena diperkenalkan dan disebarkan melalui dunia Arab, orang Eropa kemudian mengenalnya sebagai “Arabic numerals” (angka Arab). Padahal para ilmuwan Arab sendiri menyebutnya sebagai angka India.

Dari Dunia Arab ke Eropa

Melalui perdagangan, penerjemahan buku, dan hubungan budaya antara dunia Islam dan Eropa, sistem angka India-Arab mulai dikenal di Eropa pada Abad Pertengahan.

Awalnya masyarakat Eropa masih menggunakan angka Romawi, seperti: IV = 4 IX = 9 DCCCIV = 804

Namun sistem angka India-Arab jauh lebih praktis untuk perhitungan. Secara bertahap sistem ini menggantikan angka Romawi dan menjadi standar internasional.

Jadi Darimana Asal Usul Angka

Jawabannya bergantung pada apa yang dimaksud dengan “angka”:

  • Konsep bilangan (satu, dua, tiga, dan seterusnya) kemungkinan sudah ada sejak manusia mulai menghitung benda di sekitarnya.
  • Simbol angka modern (0–9) berasal dari perkembangan angka Brahmi di India.
  • Sistem nilai tempat desimal dan penggunaan nol, yang menjadi dasar matematika modern, dikembangkan di India.
  • Dunia Arab berperan besar dalam menyebarkan dan mengembangkan sistem tersebut.
  • Eropa kemudian mengadopsinya dan menjadikannya standar global.

Kesimpulan

Angka yang kita gunakan saat ini bukan hasil karya satu orang atau satu peradaban. Ia merupakan hasil perjalanan panjang dari India kuno, dikembangkan oleh ilmuwan dunia Islam, lalu disebarkan ke Eropa dan seluruh dunia. Meskipun bentuk angka 0–9 terus berubah selama berabad-abad, gagasan revolusioner yang membuatnya bertahan adalah sistem desimal, nilai tempat, dan angka nol—inovasi yang menjadi fondasi seluruh matematika modern.

Pendapat Penulis

Setelah membaca sejarah angka, saya menyadari bahwa angka yang saat ini terlihat sederhana ternyata memiliki perjalanan yang sangat panjang dan rumit. Angka tidak lahir dari satu orang, satu bangsa, atau satu zaman. Ia berkembang melalui berbagai peradaban, mulai dari India, dunia Arab, hingga Eropa, dan terus mengalami penyempurnaan selama berabad-abad.

Yang menarik, meskipun dunia terus berubah, konsep dasar angka tetap bertahan dan menjadi fondasi bagi hampir seluruh cabang ilmu pengetahuan. Tanpa angka, manusia akan kesulitan mengukur waktu, menghitung perdagangan, mempelajari alam semesta, atau mengembangkan teknologi modern.

Bagi saya, sejarah angka menunjukkan bahwa pengetahuan adalah warisan bersama umat manusia. Tidak ada satu orang yang dapat mengklaim kepemilikan penuh atasnya karena setiap generasi hanya melanjutkan dan menyempurnakan apa yang telah ditemukan sebelumnya. Perjalanan angka juga menjadi bukti kemampuan berpikir yang dimiliki manusia. Dengan akal yang dimilikinya, manusia mampu mengamati, mencatat, memperbaiki, dan mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga menghasilkan sistem yang masih digunakan oleh miliaran orang saat ini.

Dari sudut pandang keimanan, hal ini juga dapat dipandang sebagai salah satu bukti bahwa Tuhan menganugerahkan manusia kemampuan berpikir, belajar, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Angka menjadi contoh bagaimana karunia akal tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang melampaui batas waktu, budaya, dan peradaban.

Sumber

https://mathshistory.st-andrews.ac.uk/HistTopics/Indian_numerals/

https://majnouna.substack.com/p/letters-as-numbers